Mengenal Jenis dan Struktur Lapisan Perkerasan Jalan

Pengetahuan tentang lapisan perkerasan jalan adalah salah satu dasar yang harus diketahui oleh pekerja di bidang konstruksi atau mahasiswa teknik sipil. Pengetahuan ini sangat diperlukan pada pekerjaan perkerasan jalan di lapangan.

Pada pembahasan kali ini, kami akan sedikit membahas mengenai jenis lapisan perkerasan jalan dan juga perkerasan yang dikenal dalam dunia konstruksi. Tanpa basa-basi, langsung saja berikut ulasan selengkapnya.

Struktur Lapisan Perkerasan Jalan

Secara umum, perkerasan jalan terdiri atas beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas, meliputi:

  • Sub grade (lapisan tanah dasar)
  • Subbase Course (lapisan pondasi bawah)
  • Base course (lapisan pondasi atas)
  • Surface Course (lapisan permukaan)

Jenis Perkerasan Jalan

Dalam dunia konstruksi, juga dikenal beberapa jenis perkerasan jalan. Lapisan perkerasan jalan yang disebutkan di atas juga termasuk ke dalam salah satu bagiannya. Adapun beberapa jenis perkerasan tersebut adalah meliputi:

Flexible Pavement (Perkerasan lentur) 

Flexible pavement atau perkerasan lentur adalah salah satu jenis perkerasan jalan yang umum dikenal dalam dunia konstruksi. Perkerasan lentur sendiri merupakan jenis perkerasan yang menggunakan bahan campuran aspal lapisan permukaannya dan bahan berbutir sebagai lapisan yang berada di bawahnya.

Campuran bahan tersebut membuat perkerasan ini memiliki fleksibilitas atau kelenturan saat kendaraan melintas di atasnya. Dalam pekerjaan perkerasan lentur ini diperlukan kajian dan perhitungan intensif agar penerapannya dapat sesuai dengan tingkat keperluan dan juga ekonomis.

Menurut ulasan dari halaman dpupr.grobogan, disebutkan bahwa terdapat lapisan perkerasan jalan yang dijelaskan sebelumnya merupakan komponen dari Perkerasan lentur ini.

Tanah Dasar (Sub Grade)

Tanah dasar adalah permukaan tanah/galian/timbunan yang dipadatkan untuk menjadi permukaan dasar untuk meletakkan sistem perkerasan. Sifat dan juga daya dukung dari Tanah dasar ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan serta keawetan perkerasan jalan di atasnya. 

Semakin baik daya dukung tanah dan juga sifatnya, maka semakin tinggi potensi perkerasan jalan di atasnya menjadi lebih awet. Sedangkan apabila kondisi tanah dasar kurang baik, maka perkerasan jalan juga akan memiliki umur layan yang pendek.

Pada beberapa kasus pekerjaan perkerasan jalan, banyak pekerja teknik sipil yang menggunakan metode penguatan tanah seperti penggunaan Geotextile untuk meningkatkan kualitas daya dukung tanah.

Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course)

Lapisan pondasi bawah adalah bagian perkerasan yang letaknya terdapat pada lapis pondasi dan tanah dasar. Lapisan perkerasan yang satu ini memiliki peran untuk mendukung dan menyebarkan beban dari roda kendaraan.

Selain itu, lapisan pondasi bawah ini juga berperan untuk mencegah masuknya tanah dasar ke dalam lapisan pondasi.

Lapisan Pondasi ( Base Course)

Lapisan pondasi bagian perkerasan yang letaknya terdapat diantara lapisan permukaan dan lapisan pondasi bawah. Komponen perkerasan lentur yang satu ini memiliki memiliki 2 fungsi vital dalam sistem perkerasan yakni sebagai perkerasan yang menahan beban roda dan juga tempat perletakan lapis permukaan.

Lapis Permukaan (Surface Course)

Komponen terakhir dari perkerasan lentur ini adalah lapis permukaan. Lapis permukaan ini sendiri merupakan lapisan permukaan yang paling atas. Lapisan ini berfungsi menahan beban roda dan juga menjadi lapisan kedap air untuk melindungi badan jalan dari kerusakan akibat hujan.

Baca juga: Manfaat Menggunakan Sepatu Safety Ketika Bekerja

Rigid Pavement (perkerasan kaku)

Berdasarkan definisi dari jurnal di bpsdm, dijelaskan bahwa perkerasan kaku atau rigid pavement merupakan konstruksi perkerasan yang terdiri atas bahan baku agregat yang diikat dengan bahan semen (plat beton).

Jenis perkerasan ini memiliki tinggi kekakuan yang cukup tinggi, terutama jika dibanding dengan perkerasan lentur. Hal tersebut yang juga menjadi alasan mengapa jenis perkerasan ini dinamai rigid pavement atau perkerasan kaku. 

Dalam pekerjaan konstruksi, plat beton juga disebut lapis pondasi. Hal tersebut dikarenakan masih mungkin adanya lapisan aspal beton di atasnya yang berfungsi sebagai lapis permukaan. 

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa perkerasan kaku (beton memiliki) tingkat kekakuan tinggi yang dapat dilihat dari modulus elastisitasnya. Perkerasan beton yang memiliki elastisitas tinggi ini akan dapat mendistribusikan beban di atasnya ke tanah dasar.

Pada perencanaan perkerasan beton, salah satu poin utama yang harus diketahui adalah tebal perkerasan beton itu sendiri. Dikarenakan hal tersebut nantinya akan mempengaruhi kapasitas struktur untuk menanggung beban di atasnya.

Composite Pavement (perkerasan komposit)

Untuk composite pavement atau perkerasan komposit, jenis perkerasan ini merupakan gabungan antara konstruksi rigid pavement (perkerasan kaku) dan flexible pavement (perkerasan lentur) di atasnya.

Kedua jenis perkerasan ini akan bekerja sama untuk memikul beban lalu lintas di atasnya. Mengingat pentingnya peran tersebut, maka dibutuhkan persyaratan ketebalan perkerasan aspal yang tepat agar perkerasan ini memiliki cukup kekakuan untuk mencegah retak refleksi dari perkerasan beton di bawahnya. 

Sekian sedikit pembahas kami mengenai lapisan perkerasan jalan pada konstruksi jalan dan juga jenis perkerasan yang dikenal dalam dunia konstruksi. Semoga pembahasan yang kami rangkum ini dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih.